PETI Mengancam Nyawa dan Alam: Polisi Turun Gunung, Peringatan Keras Bagi Para Penambang Liar Pesisir Utara

 

Poso,Bongkarsulteng.my.id – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian meresahkan akhirnya mendapat respons tegas. 

Polsek Poso Pesisir Utara bersama Satreskrim Polres Poso turun langsung ke wilayah pegunungan Desa Tambarana, Kalora, dan Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Rabu (15/04/26).

Tujuannya untuk menghentikan laju kerusakan lingkungan sekaligus menyelamatkan nyawa warga.
Dipimpin Kapolsek IPTU I Kadek Agus Hermanta, S.H., tim gabungan bergerak sejak pagi menyisir titik-titik rawan PETI. Di dua lokasi utama—Kompleks Bak Air Pam Desa Kawende dan Pegunungan Nangkah—petugas tidak hanya memberi peringatan keras kepada para penambang, tetapi juga memasang baliho larangan sebagai tanda tegas: aktivitas ilegal ini harus dihentikan sekarang juga.

Langkah ini bukan sekadar formalitas. PETI di kawasan perbukitan menyimpan ancaman nyata: longsor sewaktu-waktu, lubang galian mematikan, hingga medan ekstrem yang bisa merenggut nyawa tanpa peringatan. 

Polisi menegaskan, risiko ini bukan asumsi—ini bahaya nyata yang setiap saat bisa terjadi.
“Kami tidak akan tinggal diam. Selain melanggar hukum, PETI adalah ancaman serius bagi keselamatan dan lingkungan. Jika masih ditemukan, tindakan tegas pasti diambil,” tegas Kapolsek.

Selain penindakan, pendekatan persuasif juga dilakukan. Masyarakat diajak sadar bahwa keuntungan sesaat dari tambang ilegal tidak sebanding dengan kerusakan alam dan risiko kehilangan nyawa. 

Koordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat terus diperkuat agar warga beralih ke aktivitas yang legal dan lebih aman.

Kegiatan berakhir pukul 13.30 WITA dalam kondisi aman dan terkendali. Namun pesan yang ditinggalkan jelas: tidak ada ruang bagi PETI di wilayah ini.

Upaya ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang masih nekat. Menjaga alam bukan pilihan—ini keharusan. Dan mempertaruhkan nyawa demi tambang ilegal bukan lagi sekadar pelanggaran, tapi jalan menuju bencana.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1