Poso, Bongkarsulteng.my.id – Enam warga asal Desa Toinasa dan Salukai yang sempat tersesat di kawasan hutan Tanah Merah, Petiro Rano, Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah dilakukan pencarian intensif oleh warga bersama aparat TNI/Polri.
Peristiwa tersebut berawal pada Senin (20/6), ketika seorang pemandu wisata, Petrus Sinawan, bersama seorang rekannya melakukan survei pengamatan burung dan satwa liar di kawasan hutan Petiro Rano. Dalam perjalanan, Petrus kehilangan arah dan tidak dapat menemukan jalan keluar dari hutan sehingga dikabarkan hilang.
Mendengar kabar tersebut, pada Selasa (21/6) sekitar pukul 07.00 WITA, Simon Songgo yang juga merupakan pemandu wisata berinisiatif mengajak empat warga Salukai dan satu warga Toinasa untuk masuk ke hutan guna mencari Petrus.
Namun nahas, ketika rombongan pencari mulai memasuki kawasan hutan, Petrus ternyata telah berhasil keluar lebih dahulu dan mencapai jalan raya. Sementara itu, Simon bersama lima rekannya justru kehilangan jejak dan tersesat di dalam hutan.
Informasi mengenai hilangnya enam orang tersebut segera ditindaklanjuti dengan operasi pencarian yang melibatkan sekitar 15 warga serta tiga personel gabungan TNI dan Polri. Tim pencari dibagi menjadi dua regu yang menyisir kawasan hutan, aliran sungai, hingga tebing-tebing batu yang cukup terjal.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian, salah satu tim akhirnya berhasil menemukan Simon bersama lima rekannya di sekitar aliran sungai dalam kawasan hutan Petiro Rano.
Saat ditemukan, seluruh korban dalam kondisi lemas akibat kelelahan dan kelaparan. Bahkan, salah seorang di antaranya tidak mampu berjalan karena mengalami kram pada bagian kaki sehingga harus dibantu keluar dari lokasi.
Simon Songgo dan Petrus Sinawan menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian, khususnya masyarakat yang terlibat langsung di lapangan, personel TNI/Polri, Pemerintah Kabupaten Poso, serta Tim Basarnas Sulawesi Tengah yang dengan cepat merespons laporan tersebut.

Posting Komentar