Poso,Bongkarsulteng.my.id – Dunia arkeologi kembali mencatat capaian penting dengan ditemukannya peninggalan budaya Austronesia sebelum Masehi (SM) di Dusun Dongi-dongi, Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso,Sulawesi Tengah.
Temuan lesung batu bermotif wajah manusia ini secara kebetulan ditemukan oleh warga Dongi-dongi.
Temuan ini dinilai sebagai sebuah prestasi besar yang patut diapresiasi karena memiliki nilai ilmiah tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap pemahaman sejarah peradaban manusia di Nusantara.
Peninggalan yang ditemukan tersebut diduga kuat berkaitan dengan migrasi dan aktivitas awal masyarakat Austronesia yang telah mendiami wilayah Sulawesi Tengah ribuan tahun sebelum Masehi.
Indikasi ini memperkuat teori bahwa kawasan Lore merupakan salah satu jalur penting persebaran awal budaya Austronesia di Indonesia.
Lokasi temuan yang berada di wilayah pegunungan dan relatif terpencil menjadikan penemuan ini semakin bernilai strategis.
Kawasan tanah Lore sendiri dikenal sebagai salah satu pusat tinggalan prasejarah, khususnya budaya megalitik, dan temuan di Dongi-dongi menambah bukti kuat mengenai kontinuitas peradaban dari masa prasejarah awal hingga berkembangnya kebudayaan kompleks.
Kalangan pemerhati sejarah dan arkeologi menilai, temuan peninggalan Austronesia SM ini berpotensi membuka wawasan baru terkait pola hunian, sistem sosial, teknologi, serta kepercayaan masyarakat awal di dataran tinggi Sulawesi Tengah.
Temuan ini juga memperkaya peta arkeologi nasional dan menempatkan wilayah Lore sebagai kawasan kunci dalam studi prasejarah Asia Tenggara.
Penemuan tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi masyarakat Desa Sedoa dan Kecamatan Lore, tetapi juga bagi Kabupaten Poso secara keseluruhan.
Hal ini menunjukkan bahwa daerah pedalaman Sulawesi Tengah masih menyimpan potensi besar warisan budaya yang belum sepenuhnya terungkap.
Diharapkan, temuan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga penelitian arkeologi untuk dilakukan kajian mendalam, penanggalan ilmiah, serta upaya pelestarian yang berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang tepat, situs ini juga berpotensi dikembangkan sebagai pusat edukasi sejarah dan destinasi wisata budaya berbasis pelestarian cagar budaya.
Temuan peninggalan Austronesia SM di Dongi-dongi menegaskan posisi Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Poso, sebagai wilayah strategis dalam sejarah awal peradaban manusia dan kajian arkeologi dunia.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Poso, Lisa Banawa yang dikonformasi media ini temuan tersebut patut ditindaklanjuti dan sangat penting bukan hanya bagi kepentingan arkeologi tetapi juga untuk manaikan rating kunjungan wisatawan asing ke Kabupaten Poso.
"Temuan ini patut diapresiasi dan sangat penting untuk penelitian purbakala.Ini juga bisa menaikan pamor pariwisata kita di Kabupaten Poso. Temuan ini akan kami tindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait," ungkap Lisa, Rabu (4/3/26).

إرسال تعليق