Hanya Dalam Hitungan Jam Setelah Ditemukan, Benda Purbakala Hancur Diduga Dirusak oleh Excavator Penambang Dongi-Dongi !!!


Poso, Bongkarsulteng.my.id - Temuan benda peninggalan purbakala yang diperkirakan berusia 5000 tahun di Dusun Dongi-Dongi, Desa Sedoa, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang sempat menggemparkan warga dan pegiat arkeologi, kini ditemukan dalam kondisi rusak hanya beberapa jam setelah pertama kali ditemukan.

Benda batu berukuran besar berbentuk wadah dengan cekungan di bagian tengah bermotif wajah manusia tersebut merupakan temuan yang memiliki nilai sejarah tinggi baik untuk pemelitian, pariwisata dan jejak leluhur masyarakat Sulawesi Tengah dan bagi kawasan Lore yang dikenal sebagai salah satu pusat budaya megalit di Sulawesi Tengah.
Kondisi benda saat belum di rusak.

Namun harapan untuk penelitian lebih lanjut kini berubah menjadi kekecewaan setelah objek tersebut ditemukan telah dirusak oleh excavator yang melakukan penambangan di sekitar temuan.

Informasi yang di himpun media ini,
berdasar dari laporan pihak kecamatan dan desa:
Pukul 21.00 WITA – Camat menerima informasi dari Kepala Dinas Pariwisata  Poso terkait adanya temuan benda batu yang diduga peninggalan purbakala di wilayah Dongi-Dongi. Camat segera berkoordinasi dengan Kepala Desa dan perangkat desa untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Pukul 22.00 WITA – Perangkat desa bersama beberapa warga secara sukarela menuju lokasi dan menemukan benda tersebut masih dalam kondisi utuh seperti pada foto awal.

Warga kemudian berinisiatif menjaga lokasi hingga pagi hari untuk menghindari gangguan terhadap temuan tersebut.

Pukul 07.00 WITA – Warga yang berjaga turun beristirahat di rumah salah satu warga sambil menunggu tim dari kecamatan.

Pukul 08.30 WITA – Tim yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Kepala Desa, dan Babinsa tiba dan melakukan rapat singkat bersama warga mengenai langkah yang akan dilakukan.

Pukul 09.30 WITA – Saat tim tiba di lokasi temuan, mereka mendapati benda tersebut telah dalam kondisi rusak.

Dugaan Perusakan
Berdasarkan analisa awal di lapangan, terdapat dua kemungkinan utama:
Benda tersebut sengaja dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perusakan diperkirakan terjadi antara pukul 07.00 hingga 09.00 WITA.

Sejumlah warga menduga kuat kerusakan tersebut berkaitan dengan aktivitas alat berat berupa ekskavator yang melakukan penambangan ilegal di sekitar lokasi temuan. 

Dugaan ini muncul karena di area sekitar memang terdapat kegiatan penggalian tanah menggunakan alat berat.

Jika benar, maka tindakan tersebut tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga berpotensi menghancurkan bukti sejarah penting yang belum sempat diteliti secara ilmiah. 

Kerugian bagi Dunia Arkeologi
Wilayah Lore selama ini dikenal dunia sebagai salah satu kawasan megalitik terbesar di Asia Tenggara, dengan ratusan artefak batu seperti arca, kalamba, dan tutuna yang menjadi bukti peradaban kuno ribuan tahun lalu.

Rusaknya temuan baru ini berpotensi menghilangkan data arkeologis penting yang seharusnya bisa membantu para peneliti memahami sejarah awal peradaban di Sulawesi Tengah.

Desakan Penyelidikan
Warga dan pemerhati budaya kini mendesak aparat terkait untuk:
Mengusut siapa pelaku perusakan
Menghentikan aktivitas tambang ilegal di sekitar lokasi
Melindungi situs-situs arkeologi di kawasan Lore.

Jika Pemerintah dan pihak Kepolisan hanya diam bisa dipastikan akan banyak peninggalan sejarah lain akan bernasib sama—rusak sebelum sempat diteliti.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

أحدث أقدم
Post ADS 1
Post ADS 1