POSO – Wakil Bupati Poso, Soeharto Kandar, secara resmi membuka kegiatan latihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Poso Tahun 2026 di Lapangan Maroso, Poso, Kamis (30/4/2026).
Pembukaan latihan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Poso, Markarma Lasimpala, beserta jajaran dan para pelatih Paskibraka.
Dalam sambutannya, Soeharto Kandar mengungkapkan bahwa sebanyak 52 putra-putri terbaik Kabupaten Poso berhasil lolos sebagai calon anggota Paskibraka 2026 setelah melewati proses seleksi yang ketat. Mereka terpilih dari sekitar 250 peserta yang berasal dari berbagai sekolah di seluruh kecamatan di Kabupaten Poso melalui tujuh tahapan seleksi.
"Terpilihnya kalian bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras, disiplin, semangat juang, serta doa orang tua dan dukungan dari sekolah. Kalian adalah generasi muda pilihan yang akan mengemban tugas mulia, yaitu mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Soeharto.
Ia menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan baris-berbaris, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat, disiplin, tangguh secara mental, serta berjiwa patriotisme.
Menurutnya, para calon Paskibraka akan mengikuti latihan intensif selama 85 hari sebagai bagian dari pembinaan menuju pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
"Latihan yang akan kalian jalani tentu tidak mudah. Namun jadikan setiap tetes keringat sebagai bukti kecintaan kalian kepada bangsa dan daerah ini," pesannya.
Selain membekali kemampuan teknis, latihan tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan para peserta sebagai generasi penerus bangsa.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan latihan dengan penuh kesungguhan, menjaga kesehatan, membangun kekompakan, serta menghormati pelatih dan para pembina. Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air dalam setiap aktivitas selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.
Tak hanya kepada peserta, Soeharto turut meminta para pelatih dan pembina untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila serta semangat Sintuwu Maroso sebagai jati diri masyarakat Kabupaten Poso.
"Saya berharap melalui proses ini akan lahir generasi muda Kabupaten Poso yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara mental, berkarakter, memiliki integritas, dan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing," tutupnya.


إرسال تعليق