Poso,Bongkarsulteng.my.id — Kemacetan parah kembali terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Didiri, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso. Proyek pengerjaan jalan yang masih berlangsung justru memicu antrean kendaraan hingga puluhan jam.
Sistem buka-tutup jalan yang diterapkan hanya selama dua jam dinilai menjadi pemicu utama tersendatnya arus lalu lintas. Kondisi diperparah dengan kebijakan satu arah yang tidak seimbang, di mana kendaraan dari satu sisi lebih diprioritaskan untuk melintas.
“Sudah puluhan jam kami menunggu, padahal posisi kami sudah dekat palang buka-tutup. Tapi tetap tidak bisa lewat,” ujar salah satu pengguna jalan YL (55), Sabtu (2/5/26).
Ia juga mengeluhkan saat jam buka jalan diberlakukan hanya kendaraan dari satu arah yang diizinkan melintas yakni dari arah Taripa menuju Tentena. Sementara kendaraan dari arah sebaliknya terpaksa menunggu tanpa kepastian waktu.
Situasi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang, termasuk mobil penumpang, kendaraan logistik, hingga pengendara roda dua. Tidak sedikit pengguna jalan yang mulai kehabisan bahan bakar dan logistik akibat lamanya waktu tunggu.
Minimnya pengaturan di lapangan serta tidak adanya informasi yang jelas kepada pengguna jalan semakin memperburuk keadaan.

Posting Komentar